About Me

Foto Saya
Aris Achdiyat
Pgn tw saya?? ke sini aja, kita ngopi bareng sambil ngobrol, hehehe :)
Lihat profil lengkapku

Pengikut

Search

Memuat...
Selasa, 30 Juni 2009

Banyak rekan yang bertanya pada saya, bagaimana sih cara menghadapi serta menghindari gangguan setan?? Setan disini bentuknya luas, setan ini bisa dimaksud pada setan berbentuk jin (hantu, siluman, dll) serta setan bentuk manusia (manusia yang menyeru pada keburukan).


Untuk menghadapi setan berbentuk jin sebenarnya yang diperlukan hanya satu, yaitu keyakinan pada Allah SWT yang ujungnya akan melahirkan keberanian. Maksudnya begini, bila tak ingin kita diganggu hantu cara paling ampuh adalah dengan keberanian kita yang tentu saja keberanian ini timbul karena keyakinan kita pada Allah SWT, jadi bukan keberanian yang takabur, jadi kita berani karena Allah SWT dan memasrahkan segala sesuatu karena Allah. Dengan sikap seperti itu, niscaya jin dalam bentuk hantu tak akan mau mengganggu kita.


Saya beri analogi sederhana, ceritannya ada seorang laki-laki suka pada seorang perempuan dan ingin menjadikan perempuan itu sebagai kekasihnya. Tentu dia melakukan “PDKT” J nah, bila hasil PDKT itu cukup menjanjikan, maka tentu laki-laki tersebut akan yakin untuk menyatakan rasa cintanya. Tapi sebaliknya, bila perempuan tersebut tidak member jalan (cuek) tentu si laki-laki itu akan berpikir ulang atau malah pada akhirnya berhenti mengejar perempuan tersebut. Sama juga seperti jin yang hendak mengganggu, tentu jin tersebut baru mengganggu bila dia sudah merasa anda akan takut padanya, sebaliknya bila anda berani dan menunjukkan keberanian anda, tentu dia juga akan berpirkir dua kali untukmengganguanda, pertimbangannya, tentu percuma menakuti orang yang tidak takut, betul??


Sementara itu, setan dalam bentuk manusia pun bisa kita hindari dengan keteguhan iman serta sikap istiqamah dan selalu bersandar pada Allah SWT. Sama dengan analogi diatas tadi, tentu setan manusia pun akan berpikir dua kali bila akan mempengaruhi orang yang memiliki keteguhan iman.


Nah sekarang, dibawah ini saya akan memaparkan 10 cara praktis untuk mengamankan diri kita dari gangguan jin. Bila kesepuluh cara ini dimalkan dengan istiqamah, Insya Allah kita akan semakin beriman pada Allah. Iman yang semakin tembal akan menambah keyakinan kita pada Allah sehingga timbul sikap berani dan keteguhan iman dalam diri ita. AKhirnya, kita dapat terhindar dari gangguan setan baik itu setan jin maupun manusia.



1.Mohon Perlindungan kepada Allah

Allah berfirman, “Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.” (QS. Al-A’raf:200).

Selain itu, Adi Bin Tsabit meriwayatkan dari Sulaiman bin Shard, katanya, “Sungguh aku tahu ada kalimat sekiranya seseorang mengucapkannya, niscaya sirna sesuatu yang menggelisahkannya. Jika seseorang mengucapkan Ta’awudz.

2.Membaca Surat Al-Falaq dan Surat An-Nas

Kedua surat tersebut memang memiliki pengaruh yang dahsyat terhadap kejahatan dan gangguan setan. Diriwayatkan bahwa Rasulullah selalu membacanya setiap malam saat akan tidur.

3.Membaca Ayat Kursi

Mungkin anda ingat pada kisah yang diriwayatkan oleh Abu Hanifah saat beliau menjaga tugas tempat penyimpanan zakat Ramadhan. Ada pencuri yang mencuri ke gudang tersebut tiga malam beturut-turut. Pada malam pertama dan kedua, karena kasihan Abu Hurairah melepaskannya. Tapi pada malam ketiga Abu Hurairah bersikeras tak akan melepaskannya walaupun si pencuri memohon-mohon. Abu Hurairah berniat menghadapkan si pencuri pada Rasulullah. Tapi akhirnya Abu Hurairah melepaskannya juga karena si pencuri mengajari Abu Hurairah ayat Kursi. Belakangan diketahui bahwa si pencuri adalah setan yang menyamar.

Khasiat Ayat Kursi memang luar biasa. Disebutkan, bila ayat Kursi dibaca saat akan tidur, maka orang tersebut akan senantiasa dijaga oleh penjaga dari Allah dan tak akan didekati setan sampai pagi.

4.Membaca Surat Al-Baqarah

Rasulullah pernah bersabda, “Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan. Sesungguhnya rumah yang didalamnya surat Al-Baqarah dibaca tidak dimasuki setan.”

5.Membaca Akhir Surat Al-Baqarah

Rasulullah pernah bersabda, “Sesungguhnya Allah menulis satu kitab 2000 tahun sebelum menciptakan mahluk. Dia menurunkan darinya dua ayat yang dijadikan-Nya sebagai penutup surat Al-Baqarah. Tidaklah keduanya dibaca dalam suatu rumah tiga malam (berturut-turut) lantas setan menetap disana.”

6.Membaca Tiga Ayat Pertama Surat Al-Mukmin dan Ayat Kursi

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa membaca tiga ayat pertama surat Al-Mukmin dan ayat Kursi di pagi hari, niscaya dia dijaga dengannya sampai sore. Dan barangsiapa membacanya disore hari, niscaya dia dijaga dengannya sampai pagi.”

7.Membaca bacaan berikut:

LAAILAAHAILLALLAAHU WAHDAHULAA SYARIIKALAH. LAHULMULKU WA LAHULHAMDU WAHUWA ‘ALAKULLI SYAIINKODIIR.

Bacaan tersebut dibaca 100 kali sehari, maka faedahnya adalah memerdekakan 10 budak, ditulis bagi pembacanya 100 kebaikan, dihapus darinya sepuluh keburukan, dan dia mendapatkan penjagaan dari setan sehari itu sampai sore.

8.Wudhu dan Shalat

Kedua hal tersebut merupakan perkara terbesar untuk membentengi diri dari setan, terutama saat diliputi amarah dan syahwat. Maka bila seseorang sedang bergejolak kemarahannya, berwudhulah dan shalatlah, maka kemarahan tersebut akan mereda.

9.Tidak Berlebihan dalam Pandangan, Bicara, Makan, dan Bergaul.

Seringkali setan dapat menguasai seorang manusia dari keempat pintu tersebut.

Pandangan merupakan pangkal fitnah, berlebihan dalam memandang dapat menimbulkan angan2, sibuk dengannya dan memikirkan cara untuk mendapatkannya.

Sedangkan, berlebihan dalam berbicara juga membuka semua pintu kejahatan bagi setan.Pada sebuah Hadits diceritakan bahwa manusia bisa diseret ke dalam neraka hanya karena buah ucapan mereka sendiri.

Berlebihan makan mendorong berbagai kejahatan. Perut kenyang memberikan kekuatan pada tubuh untuk berbuat maksiat dan memberatkan untuk berbuat baik. Banyak sudah kemaksiatan yang disebabkan perut terlalu kenyang, dan banyak pula ketaatan yang tidak bisa dikerjakan karena rasa malas yang ditimbulkan perut yang kenyang.

Terakhir, berlebihan dalam bergaul dapat menghilangkan nikmat adan menebarkan permusuhan, rasa dengki, iri, dan berbagai penyakit hati lainnya.

10.Memperbanyak Dzikir pada Allah SWT

Nabi te;lah menyampaikan lewat Hadits bahwwa seorang hamba hanya bisa menjaga hatinya dari godaan setan dengan berdzikir pada Allah. Jika seorang hamba mengingat Allah, maka setan akan menjauh dan begitu pula sebaliknya.

Sekian, semoga bermanfaat.

Jumat, 26 Juni 2009
Saya memposting tulisan ini sebenarnya lebih karena prihatin memperhatikan kehidupan anak muda muslim zaman sekarang kok makin banyak ya yang jauh dari agama?? heran deh. Ajaran agama kurang dipahami dengan baik sehingga kadang menimbulkan salah persepsi. Salah satu pemahaman yang selalu keliru adalah konsep dalam alam gaib khususnya konsep jin. Banyak bgt anak muda yang gk ngerti sama masalah2 gaib terutama jin, padahal dia org Islam. Orang Islam tuh padahal mesti ngerti ma yang namanya dunia gaib dan jin, paling enggak ya jangan ampe gk tw apa2 bgt.

Sekarang klo kita perhatikan fenomena yang terjadi di anak muda kebanyakan bila sudah berurusan dengan yang namanya "jin" responnya kurang baik yang sebenarnya lebih disebabkan karena ketidaktahuan dia. Sebagai contoh, ada yang sudah mendengar "jin" yang terbayang adalah hantu, jimat, setan, pocong, kuntilanak atau hal musykil lainnya. Bahkan ekstrimnya, salah satu teman saya malah mengatakan kalau mempercayai mereka merupakan bentuk kemusyrikan. Intinya mereka tidak mempercayai hal2 yang berhubungan dengan jin tanpa mau tau fakta apa sih yang ada dibalik mereka?

Memang kaum muda sekarang kebanyakan mendahulukan intelektualitas dan kerasionalan dalam berpikir. Sementara di pihak lain, ada juga yang mempercayai hal gaib secara penuh tanpa dasar agama yang jelas. Hasilnya, pemahamannya salah. Dia jadi orang yang percaya bgt ama yang namanya hantu, roh gentayangan dan sebagainya.

Nah, padahal bila kita mau mempelajari dan memahami konsep jin dalam Al-Qur'an dan Hadits semua hal gaib yang dibilang musykil itu bisa dijelaskan secara rasional dan sesuai aqidah. Sayangnya, hanya sedikit org yang seperti itu sehingga berpotensi membuat generasi muda semakin jauh dari aqidahnya. Sungguh memprihatinkan.

Dengan mengerti konsep jin yang tertulis dalam Al-Qur'an dan Hadits kita sebenarnya bisa menjelaskan fenomena gaib di sekitar kita. Kita juga tak perlu takut terjerumus dalam kemusyrikan karena dasarnya jelas. Yang terjadi kita malah akan semakin tebal imannya.

Nah, biar gk penasaran, skrg saya paparkan dulu mengenai jin dan apa itu jin sebagai dasar. Jin merupakan mahluk ciptaan Allah. Di Al-Qur'an sendiri disebutkan tiga mahluk yang dikaruniai akal oleh Allah, yaitu manusia, jin, dan malaikat. Intinya apa? klo ada di Al-Qur'an berarti keberadaan jin itu gk boleh diingkari. Kalo kita mengingkarinya berarti sama saja dengan mendustakan Al-Qur'an, betul? di Al-Qur'an aja ada surat khususnya, yaitu Al-Jin.

Next, menurut bahasa Arab jin memiliki arti : "Sesuatu yang halus dan tersembunyi". Karena itu, secara kasat mata, jin tidak bisa dilihat mata seperti yang difirmankan Allah SWT, "Sesungguhnya ia (jin) dan pengikut-pengikutnya melihat kalian (hai manusia) dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka." (Qs. Al-A'raf:27).

Sementara mengenai asal muasalnya, dalam Al-Qur'an disebutkan kalau jin diciptakan dari api seperti yang difirmankanNya, "Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas." (Qs. Al-Hijr:27). Serta, "Dan Dia menciptakan jin dari nyala api." (Qs. Ar-Rahman:15).

Ditambahkan pula dalam sebuah hadts, "Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang disifatkan (diceritakan) kepada kalian." (HR.Muslim).

Sama halnya dengan manusia, jin juga punya kehidupan sosial, dan terdiri dari berbagai golongan. Dari beberapa sumber sering diceritakan pula kalau jin itu membentuk koloni2 berupa kerajaan dialamnya.

Selanjutnya, mengenai keimanan para jin tersebut, mereka ada yang beriman pada Allah dan ada juga yang tidak. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT, "Dan sesungguhnya diantara kami ada orang-orang yang saleh dan diantara kami ada yang tidak demikian halnya. Adalah kami menempuh jalan yang ebrbeda-beda." (Qs. Al-Jin:11).

Bangsa jin biasa tinggal di tempat sepi seperti reruntuhan bangunan, rumah kosong, ataupun kuburan. Selain itu, jin juga menyukai tempat kotor seperti tempat sampah atau WC. Karena itulah Rasulullah pernah bersabda, "Sesungguhnya pohon-pohon kurma (yang orang-orang biasa buang air didekatnya) ini didiami (oleh setan). Maka, jika salahs eorang dari kalian masuk WC, hendaklah membaca; "Ya Allah sesungguhnya saya berlindung kepadaMu dari setan laki-laki dan perempuan."

Nah... daripenjelasan-penjelasan tadi, jelaslah kalau jin itu ada dan merupakan ciptaan Allah SWT yang eksistensinya disebutkan dalam Al-Qur'an dan Hadits. Jin sendiri ada yang beriman dan kafir. Trus, bagaimana dong cara konsep tersebut untuk menjelaskan berbagai fenomena gaib di sekitar kita yang sering kita temui dalam kehiupan sehari2???

Inilah jawabannya....

1.HANTU
Bila dilihat dari konsep Al-Qur'an dan Hadits, gak ada mahluk yang namanya hantu. Lho???? jadi yang namanya hantu tuh apa? kuntilanak itu apa? pocong itu apa? genderuwo itu apa???
jadi begini, sebenernya itu semua hanya istilah, jadi hantu tuh cuma istilah aja.

Lho? jadi klo hantu tuh gk ada mahluk2 itu apaan???

Penjelasannya, sosok hantu tersebut merupakan perwujudan dari jin kafir yang mencoba mengganggu dan menggoyahkan iman manusia. Ingat kalau jin itu punya kemampuan berubah wujud, nah salah satu perwujudannya ya jadi kuntilanak, pocong, dsb. Jadi intinya hantu itu hanya jin kafir yang maujud jadi sosok tersebut.

Dalam Islam, hantu dikenal dengan istilah ghaul. mengenai ghaul ini, Rasulullah pernah bersabda, "Jika ghailan (hantu jin) muncul, segeralah beradzan dan berdzikir untuk mendapatkan perlindungan Allah dan menjadikan mereka lari terpontang-panting."

Jadi jelaslah, hantu itu jin kafir yang maujud untuk menggoyahkan iman manusia.

2.FENOMENA KEBANGKITAN ROH
Di dalam Al-Qur'an dijelaskan bila seseorang mati, maka rohnya akan masuk Alam Barzakh. Dlam Al-Qur'an dijelaskan, "Dan dihadapan mereka ada Alam Barzakh sampai hari mereka dibangkitkan." (Qs. Al Mukminun:100).

Dari ayat tersebut sudah dapat disimpulkan kalau orang yang sudah meninggal rohnya masuk ke alam barzakh dan tentu saja tak mungkin bangkit sebelum kiamat apalagi gentayangan di alam dunia.

Nah... jadi kalau ketemu arwah gentayangan itu gimana??

Trus bukannya banyak yang punya kesaksian poernah ketemu arwah gentayangan??

Gimana tuh??

Jawabannya sederhana, arwah gentayangan itu dapat dipastikan adalah jin atau qarin yang menyerupai almarhum yang bersangkutan. jelaslah mereka berupaya untuk menyesatkan dan memperdaya manusia.

Intinya, orang yang meninggal arwahnya baru bangkit saat akan dihisab. klo ada arwah gentayangan, itu JIN!!! bukan arwah org tersebut.

Tapi sering saya mendapat kesaksian org yang ketemu arwah yang sudah meninggal dalam mimpi. Itu gimana?

Memang, roh yang sudah meninggal dapat bertemu dengan kita dalam mimpi. Roh tersebut dapat menyampaikan wasiat, memberi berita, atau sekedar bertemu dan mengobrol saja. Itu lumrah dan wajar. Kemudian setelah saling bertemu dalam mimpi, roh orang yang masih hidup kembali ke jasadnya sementara roh orang yang sudah mati akan tertahan. Hal ini sesuai dengan ayat, "Allah memegang jiwa (orang) ketika matinya dan (memegang) jiwa (orang) yang belum mati di waktu tidurnya. Maka Dia tahan jiwa (orang) yang telah dia tetapkan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kaum yang berpikir." (Qs Az-Zumar:42).

Jadi intinya, orang yang sudah meninggal rohnya TIDAK BISA GENTAYANGAN seperti cerita sebagian orang, karena hal itu bertentangan dengan Al-Qur'an dan Hadits. Kalaupun bertemu roh yang sudah meninggal itu hanya dapat terjadi dalam mimpi saja. Yang gentayangan itu cuma jin atau qarin yang menyerupai wujud almarhum saat hidupnya.

3.QARIN
Tadi sempet disinggung tentang qarin yangbisa menyerupai wujud orang yang sduah meninggal, sehingga seringkali dianggap sebagai arwah gentayangan. Nah, penasaran kan...sebenarnya qarin tu apa sih??


Menurut bahasa, qarin artinya menemani/menyertai. Qarin merupakan salah satu golongan jin. Dalam sebuah Hadits, Aisyah berkata, "Rasulullah SAW keluar dari rumah pada malam hari, aku cemburu karenanya. Tak lama ia kembali dan menyaksikan tingkahku, lalu ia berkata, 'Apakah kamu telah didatangi syetanmu?' Apakah syetan bersamaku?' jawabku. 'Ya, bahkan setiap manusia.' Kata Nabi SAW. 'Termasuk engkau juga?' tanyaku lagi. 'Betul, tetapi Allah menolongku hingga aku selamat dari godaannya." Jawab Rasulullah. (HR.Ahmad).

Jadi, jelaslah kalau setiap manusia mempunyai p[endamping dari bangsa jinj berupa qarin, bahkan Nabi Muhammad SAW juga. Hanya saja qarinnya sudah ditundukkan sehingga hanya menyeru pada kebaikan saja.

Selain qarin, ada juga malaikat yang selalu menemani manusia dan selalu menyeru kebaikan. Nah qarin (qarin jin) jugalah yang sering mengintervensi kebangkitan roh orang mati. Selama hidup almarhum yang bersangkutan, dia senantiasa mengikutinya sehingga tak aneh, bila dia bisa menyerupai wujud, perilaku, suara, bahkan tulisan tangan dari si mayat.

4.JIN, IBLIS DAN SETAN
Seringkali terjadi kebingungan seputar perbedaan antara jin, iblis, dan setan. Nah, bila melihat dari konsep jin, maka sebenarnya iblis adalah salah satu golongan dari jin seperti disebutkan dalam ayat berikut. "Dan ketika Kami berfirman kepada para malaikat, 'Sujudlah kamu kepada Adam,' maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya....(QS. Al-Kahfi:50).

Iblis merupakan golongan jin durhaka yangmenentang sujud pada Nabi Adam AS. Keengganan ini muncul karena iblis menganggap dia lebih baik dari Nabi Adam AS. Alasannya, iblis dari api, sementara Adam dari tanah. Karen itulah iblis dilaknat Allah SWT.

Tak hanya dilaknat, iblis juga diberi penangguhan hingga hari kiamat. Ia diberi kesempatan untuk menjerumuskan anak cucu Adam ke dalam kesesatan. Sementara itu, setan tidak identik dengan iblis, kenapa??

karena setan itu bisa berbentuk jin atau manusia. Hal ini dijelaskan dalam surat An-Nas, "Katakanlah; 'Aku berlindung pada Tuhan manusia. Raja manusia. Sembahan manusia dari kejahatan syaitan yang biasa bersembunyi, dan membisikkan ke dalam dada manusia, dari jin dan manusia."

Nah, bila setan itu ada yang berbentuk manusia atau jin... jkadi setan itu apa??

penjelasannya seperti ini, ada sebuah Hadits yang menerangkan, "Sesungguhnya setan itu berjalan pada manusia melalui aliran darah. Maka persempitlah tempat jalannya dengan lapar." (HR. Ahmad, Bukhari, muslim, Abu Daud, dan Ibnu Majah).

Dari hadits tersebut, jelaslah kalau setan itu sebenarnya bukan mahluk secara nyata, tapi merupakan dorongan untuk berbuat dosa. hal ini bisa dilakukan jin dan manusia. Intinya, manusia yang menyeru pada keburukan itu setan bentuk manusia, sedangkan jin yang menyerukan pada keburukan (misalnya yang suka maujud jadi hantu) itu setan dalam bentuk jin. Bila seandainya setan dalam hadts diatas merupakan mahluk berarti kita kemasukan setan tiap hari karena setan tersebut ada dalam aliran darah, tentu saja tidak begitu kan?



Nah...itulah sedikit uraian dari saya. Semoga tulisan singkat ini dapat bermanfaat dan semakin memperkuat pemahaman kita mengenai alam gaib dan jin. Dan semoga kita selalu dijauhkan dari godaan Setan yang terkutuk. Amin.